1 2 3 4 5

KETUA PA PANYABUNGAN


Drs. Abdul Hamid Lbs, MH

Program Kerja, Lakip, & Renstra

Gambaran Umum PA. Panyabungan

Bab I

Pendahuluan


A. Kebijakan Umum Peradilan

· Kebijakan StategisMahkamah Agung Tahun 2012

· Penjabaran kerangka strategis oleh Badan Peradilan Agama MARI

· Kerangka strategis Pengadilan Tinggi Agama Medan

· Kebijakan strategis dan taktis Pengadilan Agama Panyabungan

1. Penguatan Internal;

- Optimalisasi Aplikasi SIADPA PLUS

- Pembinaan SDM bidang Teknologi Informasi (DDTK SIADPA Plus)

- Intensitas Pengawasan Internal dengan melibatkan hakim pengawas bidang;

- Peningkatan kinerja yang terarah dan sistematis melalui pembuatan SOP dan MPS;

Sosialisasi dan pemantapan paradigma tentang Program Reformasi Birokrasi;

- Optimalisasi penyelesaian perkara berbasis IT;

2. PENGUATAN EKSTERNAL

- Aktualisasi visi kelembagaan sebagai badan peradilan “Justice for all” dengan upaya optimalisasi perkara prodeo serta pelaksanaan sidang keliling;

- Menjalin komunikasi antara instansi dan lembaga pemerintah daerah;

- Peningkatan kualitas pelayanan dengan upaya pembuatan ruang tunggu, loket pelayanan keperkaraan;

- Peningkatan akses publik berbasis IT seperti: WEBSITE, upload putusan;

- Pelayanan bagi pihak berkebutuhan khusus (distabilitas) dengan upaya penyediaan fasilitas seperti : kursi roda, ruang mediasi khusus dan ruang menyusui;

- Pemanfaatan sarana pelayanan yang maksimal seperti : Meja Informasi, Touc screen dan TV media Centre, Antrian sidang;

- Transparansi pelayanan melalui Banner dan himbauan;

-

B. Visi dan Misi

Pernyataan Visi dan Misi Pengadilan Agama Panyabungan mengacu kepada rumusan Rencana stratejik (Renstra) Pengadilan Agama Panyabungan Tahun 2010-2014. Renstra berkedudukan dan berfungsi antara lain sebagai alat bantu yang terukur bagi rujukan penilaian kinerja dengan menggunakan setidaknya 3 (tiga) tolok ukur, yaitu masukan (inputs), keluaran (Outputs), hasil (outcomes). Dengan demikian, penilaian kinerja ini didasarkan atas 3 (tiga) indikator sebagai berikut:

1. Hasil (outcome) yaitu tingkat capaian kinerja yang diharapkan terwujud berdasarkan keluaran (output) kebijakan atau program yang sudah dilaksanakan.

2. Keluaran (output) yaitu bentuk produk yang dihasilkan langsung oleh kebijakan atau program berdasarkan masukan (input) yang digunakan.

3. Masukan (input) yaitu tingkat atau besaran sumber-sumber yang digunakan, sumberdaya manusia, dana, material, waktu, teknologi dan sebagainya.

Untuk merealisasikan dan mewujudkan visi, maka dijabarkan misi yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. Kemudian, misi dijabarkan dan dituangkan dalam tujuan dan sasaran stratejik Pengadilan Agama Panyabungan berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan eksternal yang merupakan kondisi spesifik yang ingin dicapai oleh Pengadilan Agama Panyabungan dalam memenuhi visi dan misinya. Tujuan dan sasaran tersebut dijabarkan kembali dalam konsepsi yang lebih operasional dalam bentuk strategi.

Sasaran dan program yang telah ditetapkan berdasarkan Renstra, dijabarkan dalam perencanaan kinerja yang merupakan rencana dan komitmen kinerja untuk suatu tahun tertentu. Perencanaan kinerja merupakan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan.Dokumen rencana kinerja terdiri dari sasaran, indikator sasaran, program, kegiatan dan indikator kinerja kegiatan. Selain hal tersebut, berisi pula informasi mengenai keterkaitan kegiatan dengan sasaran, kebijakan, dan program beserta indikator kinerjanya sangat menentukan pencapaian tujuan dan sasaran instansi yang telah ditetapkan berdasarkan rencana stratejiknya.

a. VISI

Sebagaimana yang diketahui bahwa visi merupakan pandangan jauh ke depan yang menyangkut arah dan tujuan lembaga agar dapat berkarya secara konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Dengan demikian, visi merupakan suatu gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan. Berdasarkan hal tersebut, maka telah ditetapkan visi Pengadilan Agama Panyabungan, yakni:

Terwujudnya Peradilan Agama Panyabungan yang Bersih dan Bermantabat Menuju Peradilan Agama yang Agung”.

b. MISI

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, langkah-langkah yang telah dirumuskan sebagai ‘Misi Pengadilan Agama Panyabungan’ adalah:

  1. Meningkatkan profesionalisme aparatur Peradilan Agama.
  2. Mewujudkan pelayanan prima yang berkeadilan.
  3. Mewujudkan manajemen Peradilan Agama yang Modern.
  4. Meningkatkan kredibilitas, transparansi dan akuntabilitas Peradilan Agama.

Berdasarkan visi dan misi di atas telah ditetapkan tujuan, sasaran, kebijakan dalam beberapa program dan kegiatan.

Tujuan Misi

Tujuan merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun ke depan. Tujuan tersebut ditetapkan dengan mengacu pada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis stratejik. Selain itu, tujuan tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus dapat menunjukkan satu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang. Diharapkan, tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi.Dengan demikian, tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi Pengadilan Agama Panyabunganyang ditetapkan dengan memperhatikan faktor-faktor penentu keberhasilan dari hasil analisis yang memadai terhadap lingkungan baik internal maupun global.

Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan yang ditetapkan Pengadilan Agama Panyabungan dalam rangka mengemban misi yang telah ditetapkan sebagai berikut:

1. Tujuan dari misi 1: Meningkatkan prefesionalisme aparatur Pengadilan Agama Panyabungan, adalah untuk:

* Meningkatkan kemampuan tenaga teknis yudisial dan non yudisial dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing;

* Meningkatkan kualitas pelayanan hukum terhadap masyarakat sehingga tercipta kepercayaan publik atas kapasitas dan kapabilitas aparatur Pengadilan Agama Panyabungan dalam menyelesaikan sengketa di antara mereka.

* Meningkatkan kualitas putusan/penetapan sebagai produk pengadilan;

2. Tujuan dari misi 2: Terwujudnya pelayanan prima yang berkeadilan, adalah untuk:

* Memberikan pelayanan hukum bagi masyarakat dalam menyelesaikan sengketa yang terjadi di antara mereka;

* Memberikan kepastian hukum yang berkeadilan dan memberi manfaat kepada masyarakat;

* Terbuka luasnya akses masyarakat terhadap produk-produk pengadilan;

* Tersedianya meja informasi dan sarana pengaduan masyarakat atas kualitas pelayanan aparatur pengadilan;

3. Tujuan dari misi 3: Terwujudnya manajemen Peradilan Agama yang Modern, ada 3 tujuan, yakni:

(1) Terwujudnya peningkatan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen peradilan secara sistematis, konsekuen, kontinu dan simultan, adalah untuk:

* Tersusunnya perencanaan kegiatan secara sistematis dan berkelanjutan;

* Terbangunnya jaringan kerja yang solid dan kondusif;

* Terlaksananya program kerja sesuai dengan yang telah ditetapkan;

* Terselenggaranya pengawasan dan evaluasi kinerja sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan untuk perumusan kebijakan selanjutnya;

(2) Terwujudnya peningkatan pelaksanaan administrasi yudisial dan non yudisial secara, cepat, tepat, tertib, benar, dan modern, adalah untuk:

* Percepatan pelaksanaan administrasi perkara dan administrasi kesekretariatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

* Terwujudnya penerapan perangkat Teknologi Informasi (TI) dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, di antaranya:

* Aplikasi SIADPA/SIADPAPLUS untuk melaksanakan administrasi perkara;

* Aplikasi SIMKEP untuk melaksanakan administrasi kepegawaian;

* Aplikasi RKA-KL, SAKPA dan SPM untuk melaksanakan administrasi keuangan

* Aplikasi SIMAK/BMN untuk komputerisasi barang milik Negara.

* Surat elektronik (e-mail) untuk pengiriman laporan perkara, data keuangan dan surat dinas;

* Penggunaan internet untuk mengakses informasi yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi dari website mahkamahagung.go.id, badilag.net dan lain-lain.

(3) Terwujudnya peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan hukum, adalah untuk :

* Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan hukum yang proporsional dan representatif;

* Meningkatnya wibawa Pengadilan Agama Panyabungan sebagai salah satu lembaga peradilan negara.

* Terciptanya website Pengadilan Agama Panyabungan sebagai media informasi tentang kegiatan pelayanan hukum secara online;

* Memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi tentang prosedur penerimaan perkara, biaya perkara, jadual sidang, panggilan sidang untuk perkara pengumuman, laporan perkara, statistik perkara, putusan/penetapan;

* Tersedianya fasilitas pengaduan masyarakat secara online untuk meningkatkan partisipasi publik dalam mengawasi jalannya peradilan;

* Tersedianya fasilitas konsultasi hukum dan pengaduan secara online;

* Tersedianya pejabat humas untuk memberikan pelayanan informasi tentang proses perkara (Client Servis);

4. Tujuan misi 4: Meningkatkan kredibilitas, transparansi dan akuntabilitas Peradilan Agama adalah untuk:

* Menciptakan aparatur Pengadilan Agama Panyabungan yang berintegritas tinggi dan berakhlak mulia;

* Terpantaunya kegiatan aparatur Pengadilan Agama Panyabungan di dalam dan di luar kedinasan;

* Mengembalikan kepercayaan publik terhadap pengadilan;

* Meningkatkan citra dan wibawa lembaga peradilan pada umumnya, Pengadilan Agama Panyabungan pada khususnya.

* Terselenggaranya transparansi publik dengan:

* Publikasi secara online tentang biaya perkara, pengembalian sisa panjar, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan uang iwadl.

* Publikasi secara online tentang produk pengadilan (putusan/ penetapan)

* Publikasi tentang realisasi anggaran Dipa setiap bulan, triwulan, semester dan tahunan.

* Terukurnya tingkat pencapaian kinerja dan dapat dipertanggung jawabkan.

Sasaran

Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Pengadilan Agama Panyabungan dalam rumusan yang lebih spesifik dan terukur dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Selain itu dalam sasaran, dirancang pula indikator sasaran. Yang dimaksud Indikator sasaran adalah ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan, dimana pada setiap indikator sasaran selalu disertai dengan rencana tingkat capaiannya (target) masing-masing.

Sasaran ini telah dirumuskan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu satu tahun dan terus dilaksanakan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam rencana stratejik. Dengan demikian, sasaran merupakan sesuatu yang akan dicapai dalam jangka waktu 1 (satu) tahun yang berfokus pada tindakan dan alokasi sumberdaya Pengadilan Agama Panyabungan dalam kegiatan atau operasional Pengadilan Agama Panyabungan.

Berdasarkan pengertian tersebut, Pengadilan Agama Panyabungan menetapkan 6 sasaran tahun 2011 sebagai berikut:

1. Terselesaikannya sisa perkara tahun 2010 dan perkara masuk tahun 2011;

2. Terlaksananya Pembinaan SDM pejabat struktural, fungsional dan pegawai Pengadilan Agama Panyabungan;

3. Terlaksananya peningkatan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen peradilan secara sistematis, kontinu dan simultan;

4. Terlaksananya percepatan pelaksanaan administrasi yudisial dan non yudisial;

5. Terealisasinya sarana dan prasarana pelayanan hukum yang proporsional dan representative;

6. Tersedianya fasilitas penunjang yang mempermudah masyarakat dalam mendapat pelayanan hukum;

C. Rencana Strategis

Dari tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan bagaimana hal tersebut akan dicapai, yaitu melalui penetapan kebijakan, program dan kegiatan.

Kegiatan merupakan ketentuan yang telah ditetapkan untuk dijadikan pedoman dan petunjuk bagi seluruh aparatur Pengadilan Agama Panyabungan dan masyarakat pencari keadilan agar tercapai kelancaran dan keterpaduan dalam upaya mencapai sasaran, tujuan, misi dan visi. Program merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Kegiatan merupakan usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Kebijakan

Berdasarkan konstatasi tersebut di atas, Pengadilan Agama Panyabungan menetapkan 7 kebijakan sebagai berikut:

1. Memproses perkara secara mandiri, professional, efektif, efiesien dan transparan;

2. Melaksanakan pembinaan SDM bidang yudisial dan non yudisial;

3. Menetapkan rencana kinerja tahun 2011, membuat job description, melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, melaksanakan evaluasi kinerja dan efektifitas pengawasan;

4. Menerapkan Teknologi Informasi (TI) sebagai sarana mempercepat pelaksanaan administrasi yudisial dan non yudisial;

5. Mengupayakan peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pelayanan hukum bagi masyarakat;

6. Menciptakan transparansi peradilan, baik transparansi perkara maupun anggaran;

7. Melaksanakan peningkatan integritas moral aparatur Pengadilan Agama Panyabungan;

Program

Pencapaian tujuan dan sasaran sebagaimana yang diuraikan di atas, akan dicapai melalui 10 program berikut:

1. Menerima, memeriksa, mengadili dan menyelesaikan perkara;

2. Melaksanakan pembinaan SDM pejabat fungsional dan struktural serta pegawai Pengadilan Agama Panyabungan;

3. Membuat rencana strategis, rencana kinerja tahunan, penetapan kinerja tahunan, dan pengevaluasian kinerja berdasarkan sistem akuntabilitas kinerja;

4. Penerapan TI dalam akselerasi percepatan pelaksaan administrasi yudisial dan non yudisial.

5. Merealisasikan pengadaan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan tupoksi;

6. Menyediakan fasilitas pelayanan hukum bagi masyarakat;

7. Transparansi peradilan, yang meliputi transparansi perkara dan anggaran;

8. Efektifitas pengawasan, yang meliputi pengawasan melekat dan pengawasan bidang;

9. Efektifitas mediasi dalam rangka penyelesaian perkara melalui non litigasi;

10. Sosialisasi dan efektifitas Pedoman Perilaku Hakim dan Aparat Peradilan;

Demikian kebijakan umum tahun 2012 yang akan dilakukan pengevaluasian atau penilaian pada bab-bab berikutnya untuk mengetahui tingkat capai kinerja (performance result) Pengadilan Agama Panyabungan pada tahun 2012.

 

 

WAKIL KETUA

 

Munir, SH., MH

Aplikasi Online



Siadpaweb PA se Sumut

Form Pengaduan Online







Aparatur Pengadilan

  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator

Pustaka

 

Tamu Online

We have 83 guests online

Pendapat Anda

Bagaimana Pelayanan Kami?

Pengunjung

TPM Peradilan Agama

Pojok Dirjen Badilag

Suara Pembaca Badilag

Pengumuman Elektronik Badilag

JDIH Mahkamah Agung

Laporan Hakim Pegawas PA-PYB

Laporan Hakim Pegawas Pengadilan Agama Panyabungan Tahun 2017 :

1. Januari

2. Februari

3. Maret

4. April

5. Mei

6. Juni

7. Juli

8. Agustus

9. September

10. Oktober

11. November

12. Desember

 

Dengarkan Ayat Quran Online

ARTIKEL ILMIAH