1 2 3 4 5

KETUA PA PANYABUNGAN


Drs. Abdul Hamid Lbs, MH

Program Kerja, Lakip, & Renstra

Prosedur Upaya Hukum

STANDAR OPRASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPAYA HUKUM
I. PERMOHONAN BANDING
1. Pemohon Banding menghadap petugas Meja I dan mengajukan permohonan banding.
2. Petugas mengklarifikasi nomor  perkara dan tanggal  putus dan melakukan  cross-check dengan Buku Induk Register.
3. Petugas menghitung apakah permohonan diajukan masih dalam tenggang waktu 14 hari setelah putusan dibacakan/ diberitahukan.
4. Terhadap permohonan banding yang diajukan melampaui tenggang waktu tersebut tetap diterima dan dicatat, kemudian Panitera membuat surat        keterangan bahwa permohonan banding telah lampau waktu.
5. Petugas Meja I membuatkan SKUM.
6. Petugas Meja I membuat Akta Pernyataan Banding yang ditanda tangani Pemohon Banding namun belum ditandatangani panitera.
7. Pemohon Banding menyerahkan kepada pemegang kas (KASIR), Bukti Penyetoran Bank,SKUM dan Akta Pernyataan Banding.
8. Kasir menerima Akta Pernyataan Banding disertai dengan asli SKUM dari Pemohon Banding.
9. Kasir membukukan uang panjar biaya banding yang tercantum dalam SKUM pada jurnal Keuangan Perkara Banding.
10. Petugas memberi nomor registrasi pendaftaran pada SKUM.
11. Kasir menyerahkan kembali Akta Pernyataan Banding beserta asli SKUM kepada Pemohon Banding.
12. Pemohon Banding menerima kembali Akta Pernyataan Banding dan SKUM dari kasir kemudian menyerahkan kepada petugas Meja II.
13. Petugas menerima Akta Pernyataan Banding dan asli SKUM dari Pemohon Banding.
14. Petugas menyerahkan Akta Pernyataan Banding kepada Panitera untuk ditanda tangani.
15. Petugas mencatat dalam register induk perkara sesuai dengan nomor registrasi pendaftaran yang ada di dalam SKUM
16. Petugas menyerahkan 1 (satu) rangkap Akta Pernyataan Banding yang telah ditanda tangani Panitera dan Stempel Pengadilan kepada Pemohon         Banding beserta lembar pertama SKUM
17. Pelimpahan berkas permohonan banding oleh Petugas Meja II ke Petugas Meja III.
18. Petugas melimpahkan berkas permohonan banding kepada Petugas Meja III melalui Panmud Hukum dengan menggunakan buku ekspedisi.
19. Petugas Meja III melengkapi berkas permohonan banding dengan salinan putusan, akta pernyataan banding, dan relaas pemberitahuan isi putusan       (jika ada).
20. Petugas Meja III membuat daftar check-list kelengkapan berkas banding sebagai kontrol proses perkara.
21. Pemberitahuan permohonan banding, memori banding, kontra memori banding, dan inzage.
22. Petugas memberitahukan permohonan  banding kepada termohon banding/ terbanding.
23. Pemberitahuan/penyerahan memori banding dan kontra  memori banding (jika ada) kepada masing-masing lawannya dengan menggunakan relaas
pemberitahuan/penyerahannya.
24. Menyampaikan relaas pemeriksaan berkas perkara (inzage) kepada pemohon dan termohon banding.
25. Pengiriman berkas dan biaya perkara banding ke Pengadilan Tinggi Agama.
26. Petugas menyerahkan Bundel A dan Bundel B yang sudah diteliti kelengkapannya ke Panitera  melalui Wakil Panitera untuk diteliti kembali sebelum       dikirim ke Pengadilan Tinggi Agama.
27. Panitera membuat Surat Pengantar pengiriman berkas  perkara banding ke Pengadilan Tinggi Agama yang dibuat dalam rangkap 4, : 2 rangkap           ditembuskan kepada para pihak, 1 rangkap untuk Pengadilan Tinggi Agama dan 1 rangkap disimpan sebagai arsip.
28. Petugas mengirimkan Biaya perkara banding ke Pengadilan Tinggi Agama melalui bank.
29. Petugas memasukkan Bukti setoran bank untuk perkara banding tersebut dalam bundel B yang dikirim ke Pengadilan Tinggi Agama.
30. Petugas menggandakan berkas dari bundel A dan bundel B untuk disimpan sebagai
arsip oleh Panmud Hukum.
31. Petugas  mengirimkan asli Bundel A dan Bundel B perkara banding ke Pengadilan Tinggi Agama.
32. Pengiriman Berkas Banding Selesai.
II. PERMOHONAN KASASI

1. Pemohon Kasasi menghadap petugas Meja I dan mengajukan permohonan kasasi.
2. Petugas mengklarifikasi  nomor  perkara dan tanggal putus dan melakukan cross check dengan Buku Induk Register Gugatan/ Permohonan dan           Buku Induk Register Banding
3. Petugas menghitung hari  permohonan kasasi yang diajukan masih dalam tenggang waktu 14 hari setelah putusan diberitahukan.
4. Terhadap permohonan kasasi yang diajukan melampaui  tenggang waktu tersebut tetap diterima dan dicatat, kemudian Panitera membuat surat         keterangan bahwa permohonan kasasi telah lampau waktu.
5. Petugas Meja I membuatkan SKUM.
6. Petugas Meja I membuat Akta Pernyataan Kasasi yang ditanda tangani Pemohon Kasasi yang belum ditandatangani panitera.
7. Pemohon Kasasi menyerahkan kepada pemegang kas (KASIR), Bukti Penyetoran Bank, SKUM dan Akta Pernyataan Kasasi.
8. Petugas Kasir menerima Akta Pernyataan Kasasi disertai dengan asli SKUM dari Pemohon Kasasi.
9. Petugas Kasir membukukan uang panjar biaya kasasi yang tercantum dalam SKUM pada Buku Jurnal Keuangan Kasasi.
10. Petugas  memberi nomor registrasi pendaftaran pada SKUM.
11. Petugas Kasir menyerahkan kembali Akta Pernyataan Kasasi beserta asli SKUM kepada Pemohon Kasasi.
12. Pemohon Kasasi menerima kembali Akta Pernyataan Kasasi dan SKUM dari kasir kemudian menyerahkan kepada petugas Meja II.
13. Petugas menerima Akta Pernyataan Kasasi dan asli SKUM dari Pemohon Kasasi.
14. Petugas menyerahkan Akta Pernyataan Kasasi kepada Panitera untuk ditanda tangani.
15. Petugas mencatat dalam register induk perkara kasasi sesuai dengan nomor registrasi pendaftaran yang ada di dalam SKUM
16. Petugas menyerahkan 1 (satu) rangkap Akta Pernyataan Kasasi yang telah ditanda tangani Panitera dan Stempel Pengadilan kepada Pemohon            Kasasi beserta lembar pertama SKUM
17. Pelimpahan berkas permohonan kasasi oleh Petugas Meja II ke Petugas Meja III.
18. Petugas Meja III menerima pelimpahan berkas permohonan kasasi melalui Panmud Hukum dengan menggunakan buku ekspedisi.
19. Petugas Meja III melengkapi berkas permohonan kasasi dengan Bundel A, salinan putusan tingkat pertama dan banding, surat pernyataan kasasi,        dan relas pemberitahuan isi putusan banding.
20. Petugas Meja III membuat daftar check-list kelengkapan berkas kasasi sebagai kontrol proses perkara.
21. Pemberitahuan permohonan kasasi, memori kasasi, dan kontra memori kasasi.
22. Petugas memberitahukan permohonan kasasi beserta soft copy memori kasasi kepada termohon kasasi.
23. Petugas Meja III menerima memori kasasi dari pemohon kasasi dalam jangka waktu 14 hari setelah permohonan kasasi didaftarkan.
24. Petugas memberitahukan / menyerahkan memori kasasi kepada termohon kasasi dengan menggunakan relaas pemberitahuan/penyerahannya.
25. Petugas memberitahukan / menyerahkan kontra memori kasasi  kepada pemohon kasasi dengan menggunakan relaas pemberitahuan/                        penyerahannya.
26. Pengiriman berkas dan biaya perkara kasasi ke Mahkamah Agung RI.
27. Petugas menyerahkan Bundel A dan Bundel B yang sudah diteliti kelengkapannya ke Panitera melalui Wakil Panitera untuk diteliti kembali sebelum        dikirim ke Mahkamah Agung.
28. Panitera membuat Surat Pengantar pengiriman berkas  perkara kasasi ke Mahkamah Agung yang dibuat dalam rangkap 5,: 1 rangkap untuk                hkamah Agung, 2 rangkap ditembuskan kepada para pihak, 1 rangkap untuk tembusan kepada Pengadilan Tinggi Agama, dan            1 rangkap          disimpan sebagai arsip.
29. Petugas mengirimkan Biaya perkara kasasi ke Mahkamah Agung melalui bank.
30. Petugas memasukkan Bukti setoran bank untuk perkara kasasi tersebut dalam bundel B yang dikirim ke Mahkamah Agung.
31. Petugas mengirimkan Bundel A dan Bundel B perkara kasasi ke Mahkamah Agung.
32. Petugas memphotocoy Isi dari bundel B untuk disimpan sebagai arsip oleh Panmud Hukum.
33. Pengiriman Berkas Kasasi Selesai.
III. Permohonan Peninjauan Kembali (PK)
1. Pemohon Peninjauan Kembali menghadap petugas Meja I dan mengajukan permohonan Peninjauan Kembali.
2. Petugas menerima dan membuatkan permohonan Peninjauan Kembali dari pemohon PK.
3. Petugas  mengklarifikasi nomor  perkara dan tanggal putus dan melakukan cross-check dengan Buku Induk Register Gugatan/ Permohonan dan           Buku Induk Register Kasasi.
4. Petugas menghitung hari apakah permohonan Peninjauan Kembali diajukan masih dalam tenggang waktu 180 hari setelah putusan berkekuatan           hukum tetap atau sejak ditemukannya bukti baru (novum).
5. Terhadap permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan melampaui tenggang waktu tersebut tetap diterima dan dicatat, kemudian Panitera             membuat surat keterangan bahwa permohonan Peninjauan Kembali telah lampau waktu.
6. Petugas Meja I membuatkan SKUM.
7. Petugas Meja I membuat Akta Pernyataan Peninjauan Kembali yang ditanda tangani Pemohon Peninjauan Kembali yang belum ditandatangani             panitera.
8. Pemohon Peninjauan Kembali menyerahkan kepada pemegang kas (KASIR), Bukti Penyetoran Bank, SKUM dan Akta Pernyataan Peninjauan                 Kembali.
9. Petugas  Kasir menerima Akta Pernyataan Peninjauan  Kembali disertai dengan asli SKUM dari Pemohon Peninjauan Kembali.
10.Petugas  membukukan uang panjar biaya Peninjauan Kembali yang tercantum dalam SKUM pada Buku Jurnal Keuangan Permohonan Peninjauan           Kembali.
11. Petugas memberi nomor registrasi pendaftaran pada SKUM.
12. Petugas Kasir menyerahkan kembali Akta Pernyataan Peninjauan Kembali beserta asli SKUM kepada Pemohon Peninjauan Kembali
13. Pemohon Peninjauan Kembali menerima kembali Akta Pernyataan Peninjauan Kembali dan SKUM dari kasir kemudian menyerahkan kepada petugas      Meja II.
14. Petugas menerima Akta Pernyataan Peninjauan Kembali dan asli SKUM dari Pemohon Peninjauan Kembali.
15. Petugas menyerahkan Akta Per-nyataan Peninjauan Kembali kepada Panitera untuk ditanda tangani.
16. Petugas mencatat dalam register induk perkara Peninjauan Kembali sesuai dengan nomor registrasi pendaftaran yang ada di dalam SKUM
17. Petugas menyerahkan 1 (satu) rangkap Akta Pernyataan Peninjauan Kembali yang telah ditanda tangani Panitera dan Stempel Pengadilan kepada         Pemohon Peninjauan Kembali beserta lembar pertama SKUM
18. Pelimpahan berkas permohonan Peninjauan Kembali oleh Petugas Meja II ke Petugas Meja III.
19. Petugas menerima berkas permohonan Peninjauan Kembali  melalui Panmud Hukum dengan menggunakan buku ekspedisi.
20. Petugas Meja III melengkapi berkas permohonan Peninjauan Kembali dengan Bundel A, salinan putusan tingkat pertama, banding dan kasasi, Akta       Pernyataan Permohonan Peninjauan Kembali, dan relaas pemberitahuan isi putusan.
21. Petugas Meja III membuat daftar check-list kelengkapan berkas Peninjauan Kembali sebagai kontrol proses perkara.
22. Pemberitahuan permohonan Peninjauan Kembali, memori Peninjauan Kembali, dan kontra memori Peninjauan Kembali.
23. Petugas memberitahukan permohonan Peninjauan Kembali kepada termohon Peninjauan Kembali dengan disertai alasan-alasan permohonan                peninjauan kembali dari pemohon PK.
24. Petugas Meja III menerima Alasan-alasan Peninjauan Kembali dari pemohon Peninjauan Kembali pada saat pemohon mendaftarkan permohonan            PK.
25. Petugas memberitahukan / menyerahkan alasan Peninjauan Kembali kepada termohon Peninjauan Kembali dengan menggunakan relaas                      pemberitahuan/penyerahannya.
26. Petugas menerima jawaban dari termohon atas alasan permohonan PK dalam jangka waktu 30 hari setelah menerima Alasan permohonan PK.
27. Pengiriman berkas dan biaya perkara Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung RI.
28. Petugas menyerahkan Bundel A dan Bundel B yang sudah diteliti kelengkapannya ke Panitera melalui Wakil Panitera untuk diteliti kembali sebelum        dikirim ke Mahkamah Agung.
29. Panitera membuat Surat Pengantar pengiriman berkas perkara Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung yang dibuat dalam rangkap 5, 1 rangkap        untuk Mahkamah Agung, 2 rangkap ditembuskan kepada para pihak, 1 rangkap untuk tembusan kepada Pengadilan Tinggi Agama, dan 1 rangkap
disimpan sebagai arsip.
30. Petugas mengirimkan Bundel A dan Bundel B perkara Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung.
31. Biaya perkara Peninjauan Kembali dikirim ke Mahkamah Agung melalui bank.
32. Bukti setoran bank untuk perkara Peninjauan Kembali tersebut dimasukkan dalam bundel B yang dikirim ke Mahkamah Agung.
33. Petugas memphotocopy Isi dari bundel B  untuk disimpan sebagai arsip oleh Panmud Hukum.
34. Pengiriman Berkas Peninjauan Kembali Selesai.

WAKIL KETUA

 

Munir, SH., MH

Aparatur Pengadilan

  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator

Dengarkan Ayat Quran Online

ARTIKEL ILMIAH